TEHRAN - Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran telah memasuki fase yang sangat mahal. Bukan hanya soal hilangnya nyawa, tetapi "meteran" biaya militer terus berjalan dengan angka yang mencengangkan bagi ketiga negara tersebut.

1. Amerika Serikat (AS)

Bagi Amerika Serikat, biaya perang ini terbagi menjadi dua: bantuan langsung ke Israel dan biaya operasi militer mandiri (seperti serangan ke Iran dan pertahanan di Laut Merah).

2. Israel

Israel menghadapi beban ekonomi ganda: biaya operasional harian militer (IDF) dan penurunan PDB akibat mobilisasi cadangan serta gangguan ekonomi domestik.

  • Taksiran Biaya: Anggaran pertahanan Israel tahun 2026 telah melonjak drastis. Laporan menyebutkan biaya harian perang mencapai USD 550 juta (sekitar NIS 1,7 miliar). Secara total, anggaran pertahanan yang dialokasikan untuk tahun 2026 mencapai NIS 177 miliar (setara kurang lebih USD 48,5 miliar).

  • Konversi Rupiah:

    Israel: 48,5 Miliar USD x 16.994 ≈ Rp 824,2 Triliun

3. Iran

Meskipun data resmi sulit didapat, analis militer mencatat peningkatan signifikan pada anggaran pertahanan Iran.

  • Taksiran Biaya: Pada 2025-2026, Iran dilaporkan melipatgandakan anggaran militer mereka menjadi lebih dari USD 24 miliar untuk memperkuat pertahanan udara dan mendukung proksi regional. Selain itu, kerusakan infrastruktur akibat serangan udara diperkirakan menambah beban kerugian hingga miliaran dolar tambahan.

  • Konversi Rupiah:

    Iran: 24,0 Miliar USD x 16.994 ≈ Rp 407,8 Triliun

Ringkasan Total Biaya (Estimasi)

Negara Estimasi Biaya (USD) Estimasi Biaya (Rupiah)
Amerika Serikat USD 32,3 Miliar Rp 548,9 Triliun
Israel USD 48,5 Miliar Rp 824,2 Triliun
Iran USD 24,0 Miliar Rp 407,8 Triliun
TOTAL USD 104,8 Miliar Rp 1.780,9 Triliun

Catatan: Angka Rp 1.780 Triliun ini setara dengan lebih dari setengah total APBN Indonesia.