JAKARTA – Dunia internasional tengah menghadapi salah satu krisis energi terdahsyat dalam satu dekade terakhir. Memasuki Maret 2026, eskalasi konflik di Timur Tengah—khususnya ketegangan antara Iran melawan aliansi AS-Israel—telah memutus urat nadi distribusi minyak dunia di Selat Hormuz.

BACA JUGA:

Dampaknya tidak lagi sekadar angka di bursa saham, melainkan mulai dirasakan langsung di pom bensin dan dapur rumah tangga di seluruh Asia dan Eropa. Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak tajam, menembus angka psikologis yang mengkhawatirkan akibat ketidakpastian pasokan global.

Asia Tenggara: Dari Status Darurat hingga Kelangkaan Solar

Negara-negara di Asia Tenggara menjadi wilayah yang paling rentan terhadap guncangan ini. Ketergantungan tinggi pada impor bahan bakar fosil menyebabkan beberapa negara mengambil langkah ekstrem:

  • Filipina: Telah resmi menyatakan Keadaan Darurat Energi Nasional guna mengelola stok yang kian menipis.

  • Thailand & Vietnam: Melaporkan krisis serius pada pasokan solar yang merupakan tulang punggung transportasi logistik dan industri.

    Halaman:12Selanjutnya →