BEKASI – Insiden kebakaran besar melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi pada Rabu (1/4/2026) malam. Kebakaran yang disertai ledakan hebat ini tidak hanya menghanguskan area operasional SPBE, tetapi juga merembet ke permukiman warga di sekitarnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber dan kesaksian warga di lokasi, berikut adalah urutan peristiwa mencekam tersebut:

  1. Pukul 20.00 - 21.00 WIB (Awal Mula): Api mulai terlihat dari dalam area SPBE saat operasional pengisian gas sedang berlangsung. Saksi mata melaporkan adanya bau gas yang sangat menyengat sebelum api muncul. Pengumuman sempat disiarkan melalui pengeras suara musala setempat agar warga waspada akan kebocoran gas.

  2. Pukul 21.00 WIB (Ledakan Pertama): Tak lama setelah bau gas menyebar, terjadi ledakan hebat yang diduga berasal dari proses pengisian mobil tangki gas. Ledakan ini memicu kobaran api yang membumbung tinggi dan menyebar dengan cepat karena dorongan gas yang bocor.

  3. Pukul 22.00 - 01.00 WIB (Penyebaran Api): Besarnya tekanan gas membuat api merembet menyeberangi jalan dan membakar belasan rumah serta kios warga yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi. Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 100 personel dikerahkan untuk melokalisir api.

  4. Pukul 03.30 WIB (Pemadaman): Petugas berhasil mengendalikan api utama sekitar pukul 03.30 WIB dini hari (Kamis, 2/4). Namun, proses pendinginan menggunakan cairan foam khusus terus dilakukan hingga pagi hari untuk mencegah titik api muncul kembali dari sisa gas.

Penyebab Kebakaran

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam melalui Laboratorium Forensik (Labfor) Polri. Namun, terdapat dua dugaan kuat penyebab awal:

  • Kebocoran Gas: Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyebutkan dugaan awal berasal dari kebocoran saat proses pengisian tabung besar di tangki berkapasitas 20.000 metrik ton.

  • Korsleting Listrik: Di sisi lain, Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Heryanto, menyatakan adanya potensi arus pendek listrik (korsleting) sebagai pemicu percikan api pertama di area SPBE.

Dampak Kerugian dan Korban

Insiden ini tercatat sebagai salah satu kebakaran paling destruktif di kawasan tersebut pada tahun 2026:

  • Korban Luka: Sebanyak 17 orang mengalami luka bakar serius (beberapa hingga 90%). Para korban dilarikan ke RSUD Kota Bekasi, RSUD Kabupaten Bekasi, hingga dirujuk ke RSCM Jakarta.

  • Bangunan: Sedikitnya 19 rumah hancur dan beberapa kios perabotan milik warga hangus total.

  • Kendaraan: Sebanyak 13 kendaraan rusak berat, termasuk 6 truk tangki milik SPBE dan 7 sepeda motor warga.

  • Lahan: Area seluas kurang lebih 2.000 meter persegi di dalam komplek SPBE hangus terbakar.

Pemerintah Kota Bekasi telah berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya pengobatan para korban dan melakukan pengkajian bantuan perbaikan rumah bagi warga terdampak. Sementara itu, pihak Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan LPG di wilayah Bekasi tetap aman dengan mengalihkan pengisian ke SPBE terdekat lainnya.