TUBAN – Kelanjutan proyek pembangunan kilang minyak dan petrokimia di Tuban, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan utama dalam pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia dan Rusia di Moskow, April 2026. Proyek yang dikelola melalui skema kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dan perusahaan energi raksasa Rusia, Rosneft, ini kini masuk dalam fase percepatan pembangunan.

Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diproyeksikan menjadi tulang punggung ketahanan energi Indonesia, dengan target utama mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini membebani neraca perdagangan.

Target Progres Signifikan 2026

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk memastikan bahwa pada tahun 2026, proyek Kilang Tuban harus menunjukkan progres fisik yang signifikan. Langkah-langkah teknis dan administratif yang sempat terkendala kini mulai diurai untuk memastikan target operasional tetap berada pada jalur yang direncanakan.

Halaman:123Selanjutnya →