Satu Prajurit TNI Yonif 113/JS Gugur Akibat Serangan Artileri Israel di Lebanon
LEBANON SELATAN – Dunia internasional kembali berduka. Seorang prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia (TNI), Farizal Rhomadhon, dilaporkan gugur saat menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan pada Senin (30/3/2026).
Insiden ini memicu keprihatinan mendalam di tanah air, mengingat almarhum tengah mengemban tugas mulia menjaga stabilitas keamanan di wilayah konflik yang kian memanas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Liputan6.com dan Antara, peristiwa tragis ini terjadi ketika wilayah operasional pasukan perdamaian di Lebanon Selatan dihantam oleh serangan artileri berat dari pihak Israel.
Farizal Rhomadhon, yang merupakan prajurit dari kesatuan Yonif 113/Jaya Sakti, sedang berada di pos penjagaan saat serangan terjadi. Ia tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Satgas Yonmek) TNI Konga XXIII-S UNIFIL. Terjangan artileri tersebut dilaporkan mengenai area yang menjadi zona tanggung jawab pasukannya, yang mengakibatkan Farizal mengalami luka fatal hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Farizal Rhomadhon dikenal sebagai prajurit yang berdedikasi tinggi. Sebelum ditugaskan ke Lebanon, ia merupakan bagian dari Yonif 113/Jaya Sakti yang bermarkas di Aceh. Penugasannya di bawah bendera UNIFIL merupakan bentuk kepercayaan negara atas kompetensi dan loyalitasnya selama lebih dari delapan tahun berdinas di militer.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Markas Besar TNI tengah melakukan koordinasi intensif dengan pihak UNIFIL di Lebanon.
"Kami sangat kehilangan putra terbaik bangsa. Fokus utama saat ini adalah memastikan proses pemulangan jenazah almarhum ke Indonesia berjalan dengan cepat dan lancar untuk diserahkan kepada pihak keluarga," ujar perwakilan dari pusat penerangan TNI yang dikutip dari CNN Indonesia.
Situasi di Lebanon Selatan, khususnya di sepanjang Blue Line (Garis Biru), memang dilaporkan terus mengalami eskalasi dalam beberapa waktu terakhir. Gugurnya Farizal menjadi pengingat nyata akan risiko tinggi yang dihadapi oleh para penjaga perdamaian di medan konflik global.
Rencananya, jenazah Farizal akan dipulangkan ke tanah air melalui Beirut setelah mendapatkan penghormatan terakhir secara militer dari rekan-rejawatnya sesama pasukan perdamaian PBB
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Tulis Komentar