AUSTIN – Bendera Merah Putih berkibar tinggi di panggung balap motor dunia. Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, resmi menembus posisi tiga besar klasemen sementara kejuaraan dunia Moto3 musim 2026. Pencapaian fantastis ini diraih setelah Veda tampil konsisten dan impresif di dua seri beruntun: GP Brasil dan GP Amerika (Circuit of the Americas).

Keberhasilan Veda menempati peringkat ketiga dunia ini menjadi catatan sejarah baru bagi dunia otomotif Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa program pembinaan pembalap muda tanah air berada di jalur yang tepat.

Konsistensi di Brasil dan Dominasi di Amerika

Setelah meraih podium penting di Brasil dua pekan lalu, Veda kembali menunjukkan taringnya di lintasan teknis Austin, Texas. Memulai balapan dari barisan depan, Veda menunjukkan kematangan dalam bertahan dari serangan pembalap-pembalap tangguh asal Spanyol dan Italia.

Meskipun persaingan di grup depan sangat ketat hingga putaran terakhir, ketenangan Veda dalam mengambil jalur tikungan (racing line) membuatnya berhasil mengamankan poin krusial yang membawanya melesat ke papan atas klasemen.

Mentalitas Juara di Usia Muda

Banyak pengamat MotoGP mulai menyandingkan gaya balap Veda dengan para legenda. Ia dinilai memiliki keberanian saat pengereman (late braking) dan kecerdasan dalam menjaga keausan ban, sebuah kemampuan yang jarang dimiliki pembalap di musim-musim awal mereka di kelas dunia.

"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, tapi perjuangan masih panjang. Terima kasih untuk dukungan seluruh masyarakat Indonesia yang terus mengalir," ujar Veda dalam sesi wawancara usai balapan di Amerika.

Menatap Seri Eropa

Dengan modal posisi 3 besar klasemen dunia, Veda kini menatap seri Eropa dengan kepercayaan diri tinggi. Dukungan dari tim teknis dan stabilitas performa motor menjadi kunci utama bagi Veda untuk tetap konsisten menjaga peluang merebut gelar juara dunia Moto3 tahun ini.