JAKARTA – Penanganan medis terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus (27), memasuki fase kritis namun krusial. Pasca-operasi ketiga yang dilakukan pada 28 Maret 2026, tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkapkan temuan medis yang cukup memprihatinkan terkait kondisi penglihatan sang aktivis HAM tersebut.

BACA JUGA:

Kondisi Mata dan Penanganan Medis yang Kompleks

Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan bahwa tim dokter multidisiplin menemukan adanya penipisan kornea serta kebocoran pada dinding bola mata Andrie. Untuk mengatasi kondisi darurat ini, tim medis harus melakukan tindakan bedah kompleks.

  • Langkah Penambalan: Dokter menggunakan jaringan tubuh pasien sendiri untuk menambal kebocoran pada bola mata.

  • Prosedur Proteksi: Mata kanan Andrie kini dalam posisi dijahit tertutup (permanen sementara) guna melindungi bentuk bola mata selama proses pemulihan.

  • Masa Observasi: Kondisi ini akan dipantau secara ketat selama empat bulan ke depan sebelum dokter melakukan evaluasi lanjutan.

    Halaman:12Selanjutnya →